kunang kunang hewan malam
namun tak seindah rembulam malam
teringat senyummu ibu di perantauan
ingin ku teriak hingga petang
maafkan aku tak pernah pulang
karna rintangan begitu membentang
jangan pernah meneteskan air mata
karna daku yang setengah malin kundang
pelukku untukmu oh ibu
kepada siapa lagi ku mengadu
bahkan tuhan tak lagi menganggapku
andaikan seribu pisau menusukku
apakah engkau bisa memaafkanku oh ibu
ibu...
perjalananmu begitu syahdu
jika engkau pernah terluka dengan kata kataku
jika engkau pernah tergores dengan sikapku
jika air mata pernah menetes karna keremajaanku
sembah sujudku untukmu OH IBU...
didiningrat
teringat senyummu ibu di perantauan
ingin ku teriak hingga petang
maafkan aku tak pernah pulang
karna rintangan begitu membentang
jangan pernah meneteskan air mata
karna daku yang setengah malin kundang
pelukku untukmu oh ibu
kepada siapa lagi ku mengadu
bahkan tuhan tak lagi menganggapku
andaikan seribu pisau menusukku
apakah engkau bisa memaafkanku oh ibu
ibu...
perjalananmu begitu syahdu
jika engkau pernah terluka dengan kata kataku
jika engkau pernah tergores dengan sikapku
jika air mata pernah menetes karna keremajaanku
sembah sujudku untukmu OH IBU...
didiningrat
No comments:
Post a Comment